A day with IAAS :)

Have you ever heard about IAAS? Well, IAAS or International Association of Students Agricultural and Related Science is on of the world biggest of students organization. IAAS is also the biggest of students agricultural association.

Hari Sabtu yang lalu, saya mengikuti serangkaian seleksi untuk masuk IAAS. Setelah lolos seleksi administrasi, saya dan sekitar 47 kandidat lainnya harus mengikuti interview section. Sabtu pagi, sekitar pukul 10 saya berangkat menuju kampus dan kumpul di sekre bersama UKM UNPAD. Letaknya di dekat danau dan arboretum. Di sana kami disambut dengan baik oleh kakak-kakak panitia Open Recruitment IAAS yang merupakan bidang HRD (Human and Resources Department), ada Kak Gigi dan juga Kak Ihda. Kita berbincang-bincang tentang IAAS pada saat itu. Membicarakan tentang apa itu IAAS, dan perkembangannya seperti apa, pada saat itu pula kami diberitahu tentang slogan IAAS yang berbunyi: Think Globally, Act Locally. Well, simpel tapi bermakna sangat dalam. Di IAAS kami akan dituntut untuk berpikir out of the box, menggali ide tentang bagaimana memajukan dan mengembangkan pertanian di Indonesia dengan pemikiran berbasis internasional. Luar Biasa, dan itu adalah perbincangan yang menyenangkan.

Sekitar pukul 11.30, saya dan teman-teman kandidat lainnya diajak pergi ke arboretum. Hari itu, kami tidak semata-mata mengikuti kegiatan seleksi saja. Sangat beruntung bagi kami yang secara langsung dapat diajak oleh kakak-kakak panitia untuk mengikuti kegiatan Agroschooling yang sedang berlangsung di Arboretum. Anybody know what is Agroschooling? Saya akan bercerita sedikit tentang Agroschooling. Sebenarnya, tidak terlalu banyak yang saya tahu dari salah satu project IAAS ini, namun dari apa yang saya dapatkan hari Sabtu itu sekiranya saya mendapat gambaran tentang apa sebenarnya Agroschooling.  Agroschooling merupakan salah satu program IAAS LC Unpad yang diselenggarakan oleh Project department, yangmenjadi sasaran utama dari program ini adalah anak-anak kecil yang masih sekolah di bangku SD. Pada dasarnya, IAAS mengajak anak-anak kecil untuk belajar dan mengenal lebih dalam apa itu pertanian. Melalui program ini, IAAS mengajak anak-anak untuk belajar sambil bermain, di alam terbuka ataupun di dalam ruangan. Kebetulan pada hari Sabtu yang lalu, Agroschooling di adakan di Arboretum UNPAD, dan bertepatan dengan seleksi tahap dua perekrutan member IAAS.

Agroschooling :)

Agroschooling🙂

Pada saat kami sampai di Arboretum, kami disambut dengan meriah oleh anak-anak SD yang sudah berkumpul di sana. Beberapa dari mereka melemparkan senyum termanis mereka kepada kami, ada juga beberapa dari mereka yang malu-malu. Ya, ini anak kecil, dan saya suka anak kecil. It was amazing when you can played and laughed together with children. Kebetulan ketika kami tiba di sana, anak-anak ini sedang mempersiapkan makan siang mereka, saya dan kandidat lain pun dipersilakan mempersiapkan makan siang kami. Kami akhirnya bergabung dengan anak-anak kecil ini, membentuk lingkaran yang sangat besar, berdoa dan makan siang bersama-sama. The most interested day that I ever had.

Setelah makan selesai, sekitar pukul 12.00 kami mulai melanjutkan permainan-permainan yang dipandu oleh kakak dari IAAS. Para kandidat dipersilakan untuk gabung bersama anak-anak kecil itu untuk dapat menjadi team dalam beberapa game yang kami lakukan. Sangat menyenangkan. Namun, ada satu orang anak yang menyita perhatian saya. Sejak pertama melihatnya saya merasa ada yang berbeda dengan anak ini. Namanya Ginggim (kalau tidak salah🙂 ). Anak laki-laki ini terkesan bandel, hal ini dapat dilihat ketika teman-teman yang lain sa

ngat interest untuk saling berebut pertanyaan yang diberikan oleh kakak-kakak IAAS agar mendapatkan segelas air mineral, dia hanya diam dan terkesan merasa bosan dengan apa yang sedang teman-temannya lakukan. Ternyata dugaan saya benar, ketika anak-anak kecil ini sudah tidak dapat terkondisikan, ada yang berlari ke sana ke sini, ada yang berebut air minum, ada juga yang masih fokus pada permainan

tebak-tebakan, dan tentu saja ada juga yang bertengkar. Ginggim, anak laki-laki inilah yang malah berkelahi dengan temannya yang satu lagi. Saya dan teman-teman pun sibuk memisahkan dia dari anak yang satu lagi. Luar biasa susahnya menjaga anak laki-laki ini untuk bisa menahan emosinya. Entah apa yang terjadi, yang pasti saya dan teman-teman kewalahan untuk menjaga dia. Pada akhirnya, ketika kondisinya sudah benar-benar tidak dapat terkendali, Bapak Guru yang kebetulan datang menemani anak-anak SD ini, mulai bergerak dengan mengajak Ginggim dan sedikit menegurnya. Barulah setelah itu, dia dapat dikondisikan dan untuk sementara dipisahkan dari kelompok teman-temannya yang lain. Lucu saya pikir, ini hal yang lumrah terjadi di kalangan anak-anak seperti Ginggim dan teman-temannya. Namun, tidak dipungkiri, jika hal ini terus dibiarkan, maka ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk. Semoga tidak pada Ginggim🙂

Bagaimanapun juga, saya suka anak kecil. Mereka yang nakal ataupun mereka yang menggemaskan, itu sama saja. Anak kecil selalu senang dengan kepolosan mereka. Ada lagi satu anak perempuan, namanya Reska. Ketika kami tergabung dalam satu kelompok games, tiba-tiba dia yang berdiri tepat di belakang saya menepuk-nepuk tas saya dan berkata: “Kakak kakak, resleting tasnya ke buka. Aku tutupin yaa…”, katanya sambil berusaha untuk menutupi resleting tas saya yang terbuka. Saya langsung menatapnya dan melihat senyumnya. Polos. Dan itu, saya suka. Melihat ia kesulitan menutup resleting tas saya, saya langsung membalik badan dan membenarkannya sendiri. “Terimakasih ya, dek.”, ucap saya, dan Reska hanya tersenyum malu.

2Reska

Reska🙂

Anak kecil ini.. Saya suka.

Sekitar pukul 12.30, kegiatan Agroschooling dicukupkan, waktunya anak-anak ini untuk pulang kembali ke rumah masing-masing, dan juga waktunya saya dan kandidat lainnya untuk mengikuti serangkaian tes interview bersama kakak-kakak IAAS. Setelah kegiatan itu ditutup oleh kakak pemandu, kami pun berpisah dengan anak-anak ini. Senang rasanya dapat bermain bersama mereka, walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Semoga lain waktu, saya bisa bergabung lagi bersama kalian, dek.🙂

Sebelum kami masuk ke sesi interview, saya dan teman-teman diberi waktu untuk istirahat dan shalat. Dan pada pukul 13.00 interview dimulai. Barulah, saat itu saya merasa gugup dan khawatir, walaupun sebisa mungkin saya tidak memperlihatkan kegugupan saya pada teman-teman yang lain. Satu persatu nama kami dipanggil dan masuk ke dalam ruang interview, dan pada saatnyaaaaa nama saya dipanggil. Gugup dan gugup. Daaaaaaaan….

Interview selesai! Lega rasanya, walaupun entah bagaiman hasilnya, yang pasti saya sudah benar-benar berusaha semaksimal mungkin.

Ada harapan untuk saya dapat diterima menjadi member IAAS tahun 2012, sudah berusaha, dan untuk hasilnya saya serahkan pada Yang Mengatur. Saya yakin, apapun hasilnya itu yang terbaik.

Yang pasti, Sabtu, 1 Desember 2012 adalah salah satu hari yang istimewqa bagi saya. Thanks IAAS for that day, and thanks Agroschooling for the interest moment, i’ll miss it, absolutely🙂

2 thoughts on “A day with IAAS :)

  1. Pingback: Mengabadikan Detik | The Auxinman

  2. Pingback: Sebagian Harinya Anggi.. | The Auxinman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s