Seandainya ada Tom disini ..

Tadi malam.

Kami berkesempatan makan malam dengan goreng ikan. Di rumah, aku makan bersama kakak dan juga keponakkanku, Jio. Setelah selesai makan, Jio mengajakku untuk memberi makan kucing yang berada di luar rumah. Ada ragu. Pertama, aku suka tokoh Tom, tapi aku sedikit tidak suka dengan kucing yang sebenarnya. Kedua, agak jijik melihat kucing makan. Itu baru hipotesaku, sebelum aku dan Jio benar-benar memberi makan kucing. Well, terpaksa aku bawa sepiring tulang ikan, pergi keluar bersama Jio dan menemukan kucing liar yang selalu berkeliaran di sekitar perumahan. “meong meong, sini makan..”, kata Jio. Perlu aku jelaskan, Jio masih berumur 2 tahun, dan kata-kata yang keluar dari mulutnya pun belum sejelas ucapan orang-orang dewasa, (belum juga sejelas apa yang aku tulis).

Jio menyodorkan kepala ikan kepada si kucing, aku sedikit jijik melihat kucing itu langsung melahapnya, dan ya walaupun namanya kepala ikan tetap saja bentuknya sudah menjadi tulang. Aku amati kucing tersebut perlahan, aneh, aku pikir. Tapi, tanpa disadari aku pun melakukan hal yang sama dengan Jio, ketika kepala ikan yang pertama telah habis dilahap oleh kucing itu, aku langsung menyodorkan kepala ikan yang kedua. Entah karena lapar, atau karena memang doyan, kata orang setiap melihat seseorang makan dengan nafsu makan yang besar, begitupun kucing itu sekarang. Dan yang ada dipikiranku kali ini adalah lucu. Benar memang hipotesa awalku, melihat kucing makan adalah hal yang menjijikan, tapi lucu. Aku langsung teringat salah satu adegan di film kartun Tom and Jerry, agak kocak, terbesit dalam pikiranku jika tiba-tiba kucing ini berubah bentuk menjadi Tom dan bisa bicara. “..one more again, please..”, itu mungkin yang akan ia ucapkan, atau bahkan “.. hei, I need a glass of milk!”, dan tiba-tiba datang sosok tikus bernama Jerry didepanku dan mulai meng-iseng-i Tom yang sedang makan. Tom terganggu dan marah, dan terjadilah kejar-kejaran antara Tom dan Jerry. Hahahahahahaha well, itu tidak terjadi sama sekali di hadapanku saat ini. Kucing itu tidak berubah menjadi Tom, Jerry pun tidak nampak sama sekali di depanku, dan kucing itu masih melahap tulang-tulang yang lain yang diberikan oleh Jio. Aku senyum-senyum sendiri saat itu, dan Jio pun ikut tersenyum. Mungkin ia menyangka aku mengajaknya tertawa, padahal you know what the happened lah yaaa🙂

Satu piring penuh berisi tulang ikan habis tak bersisa, yakin, aku tidak mengada-ngada, piring itu bersih dari tulang, dan kucing itu masih mengeong minta tambahan. Kucing macam apa ini! Minta tambah lagi! Hahaha dan sampai saat ini aku tidak pernah tahu porsi makan kucing normal itu se-bagaimana besarnya. Setelah selesai, aku mengajak Jio masuk ke dalam rumah, dan aku lihat kucing itu masih tetap terdiam di tempatnya, melihat kami beranjak, ia pun mulai beranjak pergi, mungkin mencari tulang yang lain atau sekedar mencari tempat tidur. Entahlah.

Satu yang paling aku suka dari kejadian malam ini adalah, aku bisa berinteraksi dengan kucing, finally. Walaupun agak jauhan, tapi sedikit menyenangkan. Apalagi ketika mengingat kucing adalah hewan yang paling disayangi oleh Rasulullah SAW. Tetap saja, satu-satunya kucing yang tidak termasuk ke dalam kucing menjijikan dimataku adalah Tom, yang lain masih agak sedikit membuat aku harus menghindarinya. Don’t ask me why, please. Karena aku juga tidak tahu mengapa🙂 Seandainya ada Tom di sini. Hahaha sekian.

Thanks ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s