I’d Rather be Alone.

Hari ini saya terjebak oleh hujan lokal. Hujan yang hanya turun di wilayah kampus saya, padahal di tempat kost dan di beberapa tempat sekitar tidak sama sekali turun hujan.
Ini hujan asli, bukan buatan. Agak heran, kenapa hujannya terkesan pilih-pilih. Tapi jika saya boleh menduga, Tuhan sedang ingin memberi berkah dan hidayah pada Tanah Padjadjaran (re: UNPAD).
Tepat saat ini, saya sedang duduk di halte fakultas saya. Tempat dimana saya menunggu angkutan Kampus melintas. Sudah sekitar setengah jam saya berada di sini. Bukan karena tidak ada ‘angkot unpad’ atau ‘odong-odong’ yang melintas dan bisa saya tumpangi, tapi lebih karena saya suka duduk di sini, sendiri. Saya amati hujan yang turun, berbentuk air, ya semua orang tahu itu. Saya amati dan terus amati, dan akhirnya saya sadar bukan hujan yang sedang saya amati, tapi pikiran saya yang melayang bebas entah ke mana. Saya sedikit kedinginan, dan tidak ada jacket di dalam tas saya. Di luar itu semua, saya mulai terpikirkan satu hal, bukan tentang siapa-siapa, ini murni tentang saya. Hujan mengingatkan saya tentang kesendirian, yang sudah tidak asing lagi bagi saya. Saya harus akui, bahwa saya lebih suka menyendiri. Ini murni saya. Jauh-jauh hari sebelum hari ini, saya sudah menyadari keanehan dalam diri saya. Saya sedikit berbeda dengan teman-teman lain seumuran saya, mungkin. Satu hal yang membedakan itu adalah saya suka menyendiri. Lebih suka berjalan-jalan sendiri, di kampus atau dimana pun itu.
Bukan karena saya tidak punya teman. Saya bisa jelaskan, bahwa saya memiliki banyak teman. SD, SMP, SMA bahkan sekarang di Universitas. Saya sering bergabung dengan mereka, saya sering bersama teman-teman saya. Saya nyaman bersama teman-teman saya, tapi saya lebih nyaman sendiri. Saya lebih suka sendiri. Saya lebih senang menyendiri.
Ketika saya sendiri, banyak hal yang bisa saya lakukan dengan hati. Ketika saya sendiri, saya bisa bertemu dengan diri saya yang jujur. Ketika saya sendiri, saya selalu bisa bersikap jujur pada diri saya sendiri, tanpa satupun kebohongan dalam diri saya. Ketika saya sendiri, tak perlu saya mendengar keluhan-keluhan dari ucapan saya yang senantiasa keluar ketika saya bersama teman-teman saya. Ketika saya sendiri, saya tidak pernah mengeluh apapun. Ketika saya sendiri, saya belajar untuk kuat. Ketika saya sendiri, saya suka diri saya sendiri.
Hal ini yang membuat saya lebih suka sendiri.
Kesendirian membuat saya belajar tentang kejujuran.
Kesendirian membuat saya belajar tentang bagaimana menjadi seseorang yang kuat.
Kesendirian mengajarkan saya banyak hal.
I would rather be alone.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s