Sebagian Harinya Anggi..

Keluarga Mas Faisal dan Keluarga Saya

Keluarga Mas Faisal dan Keluarga Saya

Hari ini ada acara lamaran di rumah. Well, bukan saya yang dilamar, tapi salah satu kakak saya. Bukan Anggun, tapi Anggi. Oh ya, saya punya kakak kembar, dua-duanya perempuan. Yang kakaknya Anggun Patriana, yang adiknya Anggi Patriani, dan yang tadi dilamar adalah Anggi. Kalau ditanya dilamar sama siapa? Ya pasti sama pacarnya dong ya. Pacarnya Anggi namanya Mas Faisal, asal Bekasi, dan pakai kacamata (nyambung?). Ini kali pertama mama dan saya merasakan acara lamaran dan dilamar, dan itu membuat kami kebingungan. Mempersiapkan ini dan itu, menyediakan ini dan itu, masak ini dan itu, dan itu membuat capek. Saya pulang ke ciamis satu hari sebelumnya (Jumat), padahal di kampus banyak sekali yang perlu diurus. Saya sibuk dengan persiapan berkas beasiswa, persiapan ujian praktek, dan banyak lagi. Bahkan hari Jumat kemarin akhirnya saya tidak bisa datang ke acara meeting pertama IAAS untuk semua new membersnya. Alhamdulillah, saya lolos menjadi new member IAAS LC UNPAD. Saya pernah bercerita tentang open recruitment ini beberapa minggu yang lalu, Wanna read again? Klik here. Agroschooling IAAS.
Setibanya di Ciamis saya langsung dihadapkan dengan keadaan rumah yang sangat ramai. Oleh orang-orang yang sedang masak, dan ini menyenangkan. Malamnya saya tidur pukul 11.00 malam, dan bangun lagi sekitar pukul 04.30 pagi. Ada yang kurang sebenarnya, Anggun ga bisa hadir dalam acara ini. Hari Sabtu ini dan pukul 02.00 tadi Anggun harus menyelesaikan ujian di kampusnya. Agak sedih, tapi ya ga jadi masalah. Paginya, sekitar pukul 05.30, saya ikut mama ke pasar untuk membeli beberapa keperluan lainnya. Sekitar satu setengah jam saya dan mama keliling-keliling pasar untuk membeli ini dan itu, dan sekitar jam tujuh lebih, kami pulang ke rumah.
Setelah mandi dan bersiap-siap, Anggi yang kebetulan ikut dengan rombongan keluarga Mas Faisal memberi tahu bahwa mereka akan segera berangkat. Oh iya, keluarga besar Mas Faisal tidak berangkat langsung dari Bekasi, melainkan dari Tasik. Kebetulan Anggi yang juga kerja di Jakarta, ikut dengan rombongan mereka. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya tepat pukul 10.00, keluarga Mas Faisal dan juga Anggi tiba di rumah dengan selamat. Pertama kali yang saya cari adalah, Anggi. Mobil-mobil diparkir di sekitar masjid dekat rumah, dan Anggi yang pertama turun dari mobil dan langsung menghampiri kami yang sudah menunggu. Setelah itu, Mas Faisal dan seluruh keluarga besarnya juga menyusul menghampiri rumah. Setelah semua masuk ke dalam rumah, acarapun di mulai. Seperti biasa kebanyakan acara lamaran atau tunangan lainnya, tadi pun perwakilan masing-masing keluarga akhirnya berbicara. Ada yang lucu, perwakilan dari keluarga saya berbicara dengan bahasa Sunda, sebenarnya itu tidak terlalu jadi masalah untuk keluarga Mas Faisal, terutama ayahnya, karena memang masih keturunan sunda. Tapi, yang jadi masalah adalah Mas Faisal sama sekali tidak mengerti bahasa Sunda. Saya amati Mas Faisal dan Anggi yang ketawa-ketawa karena memang dia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh pembicara yang menggunakan bahasa sunda ini, alhasil sepertinya Mas Faisal hanya bisa senyum-senyum. Jujur saja, yang saya rasakan ketika itu adalah ‘deg-degan’, padahal Anggi dan mama sepertinya biasa saja. Entah kenapa, tapi mungkin karena ini pertama kalinya saya harus melepas salah satu kakak saya untuk dilamar oleh orang lain. But, nevermind. Semua berjalan lancar, hingga akhirnya Mas Faisal didampingi ayah dan ibunya memasangkan sebuah cincin di jari manis tangan kirinya Anggi. Di islam memang tidak ada hal seperti ini, tapi kami menyebutnya sebagai simbolis, simbol bahwa sudah ada kesepakatan Anggi telah dilamar oleh Mas Faisal. Alhamdulillah. Acara dilanjut dengan makan-makan, bahasa sundanya sih parasmanan. Ketika seluruh keluarga yang lain sedang makan, saya berbincang-bincang dengan Anggi dan Mas Faisal, sekali-kali ada Mas Febiyan -adiknya Mas Faisal- yang datang untuk sekedar memfoto kami.

Cincin :))

Cincin :))

Sekitar pukul 13.00, keluarga Mas Faisal memutuskan untuk pamit pulang. Kembali ke Tasik dan setelah itu baru berangkat ke Bekasi. Setelah itu, acara benar-benar ditutup dan kamipun berpisah🙂 keluarga Mas Faisal pun pulang. Acara selesai.
Saya rasa, ini satu-satunya hari yang membuat saya senang dan sedih. Senang karena kakak saya sebentar lagi akan menikah, sedih karena kakak saya akan menikah. Susah untuk menggambarkan apa yang saya rasakan, takut kehilangan mungkin, tapi saya yakin ini yang terbaik untuk Anggi.
Well daddy yang ada di tempat terindah Rabb, lihatlah salah satu anak perempuanmu telah menemukan pintu menuju jalan kehidupan yang baru, Anggi. Semoga engkau benar-benar bisa merasakan kebahagiaan yang kami rasakan di sini. Amin.
Satu yang saya tunggu lagi adalah, hari pernikahan Anggi dan Mas Faisal. Semoga benar-benar lancar dan dilindungi oleh Rabbi. Amin Ya Mujib🙂
Saya yakin hari pernikahan Anggi kelak akan benar-benar menjadi harinya Anggi, dan hari Sabtu ini, 15 Desember 2012 adalah sebagian dari harinya Anggi🙂

Mas Faisal dan Anggi

Mas Faisal dan Anggi

2 thoughts on “Sebagian Harinya Anggi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s