Masalah ?

Oke. Hari ini saya benar-benar sedang dilanda kemalasan -.- harusnya pulang ke jatinangor tadi subuh, yang ada malah mager di rumah Ciamis sampe detik ini, padahal besok ada ujian praktek Dasar Ilmu Tanaman, salah satu mata kuliah yang paling dikhawatirkan oleh semua mahasiswa pertanian 2012, termasuk saya. Ya, saya mahasiswa pertanian, kenapa? Masalah? Iya benar, ini pertanian, saya mahasiswa pertanian. Yang setiap kali membuat kening orang lain mengerut ketika saya menjawab pertanyaan mereka tentang jurusan apa yang saya ambil di perkuliahan. Dan, yang seringkali ditimpali pertanyaan: “Loh kok pertanian? Susah kerja loh dek!”, atau “Pertanian? Mau turun ke sawah dek? Hahahaha”. Saya biasanya hanya menjawab dengan lelucon lagi seperti : “Iya pak (bu, kak), kan nanti kerjaannya bantuin pak tani nyawah haha”, atau hanya sebatas membalas dengan senyuman.

Belum genap satu semester saya menjadi mahasiswa pertanian, tapi pengalaman tentang hal-hal itu sudah jangan ditanya lagi. Jangankan orang lain, beberapa dari keluarga besar saya pun seperti menunjukkan rasa pesimis mereka terhadap jurusan yang saya ambil, apalagi Program Study yang saya ambil adalah Agroteknologi. Buat apa lama-lama belajar di kampus toh dek, kalo ujungnya turun ke sawah juga, katanya seperti itu.

Well, jujur saja, di awal-awal saya merasa terpengaruh oleh setiap statement kepesimisan orang-orang di sekitar saya, tapi seiring waktu yang berjalan, saya mulai menemukan jawaban yang paling tepat yang membuat saya tetap pada pendirian teguh saya, Pertanian. Agak kesal awalnya, mengapa orang-orang seperti meremehkan Fakultas Pertanian, mahasiswa pertanian, dan sarjana pertanian, mengapa sepertinya Pertanian selalu berada di bawah -misal- Kedokteran. Mengapa Pertanian selalu dibandingkan dengan kedokteran? Hallo, please Don’t compare Agricultural to others! It’s not fair. It’s not a pear to pear comparison. Pertanian tentu saja berbeda dengan ilmu-ilmu yang lain. Namun, saya bisa yakini, di pertanian anda bisa belajar tentang segala hal menyangkut hidup banyak orang. Ini zaman era modern, pertanian yang kita bahas juga mengalami perkembangan yang pesat, bukan hanya berkutat dengan lumpur, atau bibit, atau cangkul, atau kotoran, atau sawah, atau ladang, atau kehidupan sederhana, atau petani yang malang, atau bahkan orang-orangan sawah. Saya memang akan mempelajari hal itu semua, tapi tidak hanya itu saja. Di pertanian, saya juga dihadapkan dengan permasalahan yang menyangkut kehidupan manusia, sama seperti yang dipelajari teman-teman saya di kedokteran. Saya dituntut untuk memahami apa yang menjadi kebutuhan pokok manusia, selain masalah kesehatan yang disediakan mahasiswa kedokteran, atau pelayanan psikolog dan psikiater yang disediakan oleh sarjana psikologi nanti, atau keadilan yang diberikan sarjana-sarjana Hukum, atau juga pendidikan yang disampaikan oleh sarjana-sarjana pendidikan. Saya dan beribu-ribu mahasiswa pertanian dituntut untuk menyediakan kebutuhan pokok manusia yang paling layak. Makanan.

Anda mungkin berpikir, tanpa tumbuhan dan tanaman, manusia masih bisa makan dengan bahan makanan yang berasal dari daging-daging hewan, sebut saja Sapi, Kambing, Domba, Ayam, dan sejenisnya yang berbau ternak. Namun, saya hanya ingin anda tahu bahwa Peternakan adalah cabang ilmu dari Pertanian.

Dan mungkin anda berpikir lagi, tanpa tanaman dan tumbuhan hasil pertanian, atau daging, susu dan telur hasil peternakan, anda masih bisa mendapatkan kebutuhan anda dari ikan-ikan yang hidup di laut lepas sana, di samudera luas sana, bahkan ya di empang-empang kecil milik anda. Tapi, saya juga hanya ingin mengingatkan anda bahwa Perikanan juga merupakan satu lagi cabang ilmu dari Pertanian.

Pertanian itu luas teman, tidak hanya tentang padi dan jagung, tidak hanya tentang lumpur dan sawah, tapi pertanian itu tentang hidup dan mati kita. Walaupun pertanian tidak mampu tampil sehebat kedokteran, walaupun pertanian tidak mampu unjuk gigi seperti Keguruan, walaupun pertanian tidak mampu terbang melayang seperti FISIP, walaupun pertanian tidak dapat berdiri tegap seperti Hukum, dan walaupun pertanian tidak seberani Geologi, tapi pertanian akan selalu ada untuk kehidupan kita, pertanian akan selalu hadir dalam celah-celah kekosongan mangkuk berisi kebutuhan kita, pertanian ada untuk kita, untuk hidup dan mati kita.

Memang, awalnya saya menyimpan pertanian di urutan terakhir pilihan saya, tapi saat ini saya bisa yakini pertanian sudah mulai mendarah daging dalam hati saya. Saya menyesal tidak menempatkan agroteknologi di pilihan pertama saya, itu saya lakukan karena saya tidak tahu. Sebab saat ini, tidak ada penyesalan dalam diri saya ketika saya mendapat kesempatan untuk berkecimpung dalam dunia pertanian, walaupun baru sekitar 4 bulan saya berada di sini.

Di sini wawasan saya terbuka, di sini jiwa nasionalisme saya diuji, bagaimana bisa saya hanya menyaksikan krisis kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi para penduduk Indonesia yang kaya akan alam ini? Bagaimana bisa saya hanya berpangku tangan untuk menyaksikan orang lain kebingungan menyelesaikan masalah kekurangan pangan di Indonesia? Bagaimana bisa saya hanya melipat tangan melihat kita kewalahan mendapat impor singkong yang berlebihan? Bagaimana bisa saya berdiam tanpa kata melihat kita yang tak mampu berdiri tegak tanpa impor bahan makanan dari luar? Saya tidak akan berdiam diri, saya tidak akan melipat tangan, saya tidak akan hanya tersenyum pahit, saya sedang diasah, saya sedang dibentuk, saya sedang diukir, saya sedang disiapkan, hingga nanti ketika saya sudah mampu dan siap untuk terjun ke lapangan, mengajak orang lain memperbaiki semua, mengerahkan tenaga dan juga pikiran untuk kesejahteraan rakyat, melepas Indonesia dari belenggu kelaparan dan kemiskinan. Saya akan bergerak melalui pertanian. Karena saya mahasiswa dan calon sarjana pertanian. Masalah?

Wikipedia.com

Wikipedia.com

One thought on “Masalah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s