Maafkan Aku.

Airku,
Kau datang dengan lembutnya, membasahi setiap butir tanah di halaman rumah yang sepi
Menari, beriringan, seolah berlomba kecepatan untuk segera mendarat ke bumi
Airku
Menari mengikuti irama alam, mengalun terbawa dinamika sepoy angin sore hari
Menyambut kedamaian yang setia menyelimuti dengan seni
Airku
Menggelitik petir yang menggelegar, memaksa mereka menampakkan diri, menggerakkan margasatwa yang kehilangan arah, memadamkan api yang kudapat susah payah
Tak lama setelah itu, ia mengamuk deras, Airku
Menghentak bumi yang tertidur lemas, membasahi setiap daratan yang ia coba sentuh
Membangunkan sang pencinta bumi, menyadarkan sang pembunuh hati
Airku, aku tak sanggup melawan keganasanmu
aku tak mampu meminta secercah harap maaf dari mu
Aku tak sanggup, untuk menghentikanmu.
Airku,
Maafkan aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s