We’ll see, soon!

IMG_4363

Usaha (Dok. pribadi)

Beberapa minggu ini, saya sedang disibukkan dengan program UGS (Unpad Goes to School) yang mengharuskan saya dan teman-teman asal Ciamis yang berkuliah di UNPAD yang tergabung dalam KMC GT UNPAD (Keluarga Mahasiswa Ciamis Galuh Taruna Universitas Padjadjaran ‘fyuuh, panjang amat’), untuk mengunjungi satu persatu SMA/SMK-sederajat di Ciamis, memberikan sedikit sosialisasi mengenai UNPAD. Dari serangkaian UGS ini, ada satu cerita yang menurut saya ini paling menarik dari cerita-cerita lain yang saya dapatkan selama UGS.

Hari selasa kemarin, ketika saya mengunjungi SMA 1 Cimaragas, saya bersama sekitar enam orang teman saya dan berkumpul menjadi 2 kelompok kecil. Di sekolah tersebut terdapat 4 kelas XII, yaitu 2 kelas jurusan IPA dan 2 kelas jurusan IPS, dan untuk sosialisasi kali ini jurusan ipa digabung menjadi satu kelas, begitupun dengan ips. Saya dan 3 orang teman saya yang lain mendapat kesempatan untuk masuk ke kelompok kelas IPS. Seperti biasa kami menyapa, memperkenalkan diri, mensosialisasikan UNPAD, menampilkan video, dan sedikit sharing tentang keinginan mereka untuk melanjutkan kuliah.

Ada satu hal yang saya tangkap pada hari itu, yaitu kebanyakan dari anak-anak di sana masih kekurangan informasi mengenai SNMPTN undangan yang sebentar lagi akan dibuka pendaftarannya. Bahkan, sebagian kecil dari mereka masih belum mengetahui apa itu yang dinamakan dengan SBMPTN, jalur masuk kuliah yang baru untuk tahun 2013. Padahal nyatanya, sekitar dua atau satu bulan ke depan, mereka sudah harus mengikuti serangkaian kesibukkan mengurusi berkas SNMPTN undangan atau juga SBMPTN (jika tidak lulus undangan).

Satu hal yang membuat saya mengernyitkan dahi adalah ketidaksigapan pihak sekolah dalam memberikan informasi-informasi seperti ini. Saya mendapatkan kabar bahwa mereka belum sama sekali mendapatkan sosialisasi secara mendalam dari pihak sekolah mengenai hal-hal yang menyangkut perkuliahan. Mungkin ada, tapi tidak detail atau tidak bisa dimengerti oleh siswa-siswinya. Saya mulai berpikir, hal ini bisa saja karena sekolah mereka berada di lokasi yang sedikit terlalu jauh dari keramaian kota, atau mungkin karena informasi yang masuk ke sekolah mereka pun sangat minim yang menyebabkan mereka berpikir seadanya saja. Well, saya tidak tahu pasti.

Sosialisasi saya hari itu berubah menjadi sesi sharing, di mana saya dengan penuh hati-hati menjelaskan kepada teman-teman di sana begitu pentingnya mengenyam bangku perkuliahan, begitu pentingnya melanjutkan sekolah, apalagi untuk siswa-siswi lulusan SMA yang notabene tidak memiliki keterampilan yang ahli seperti anak-anak yang sekolah di SMK atau sekolah kejuruan yang lainnya. Saya sedikit kesulitan dalam mengajak sharing, karena beberapa dari mereka -bahkan hampir keseluruhan- masih sedikit terlihat malu-malu, tidak vocal dan terlihat sulit untuk mengemukakan pertanyaan atau mungkin pendapat. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk saya bisa melakukan ice breaking di hadapan teman-teman di sana. Setidaknya, saya harus melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda untuk bisa sedikit membuka pikiran mereka mengenai perkuliahan yang sepertinya tidak terlalu mereka anggap penting.

Ketika saya menanyakan mengenai keinginan mereka untuk kuliah, ada yang menyatakan ingin masuk ke ITB, ada juga yang ingin masuk ke UGM, IPB, UPI, UNY dan beberapa universitas negeri terkenal di Indonesia. Hal ini membuat saya tersenyum dan berpikir, mereka punya cita-cita yang tinggi, it’s good. Tapi, ketika saya bertanya mengenai kenyataan yang ada, kebanyakan dari mereka lebih memilih melanjutkan sekolah di lingkungan kabupaten, tidak ada keberanian dari mereka untuk pergi ke luar kabupaten atau bahkan ke luar provinsi untuk melanjutkan perkuliahan. Bahkan, saya masih mendengar keraguan dari teman-teman di sana, akankah mereka berkuliah atau tidak, mungkin mereka juga tidak tahu.

Mendengar kenyataan seperti itu, saya masih mencoba sekuat hati membuka pikiran mereka mengenai perkuliahan yang dianggap mahal. Saya ceritakan mengenai Bidik Misi (mereka tidak tahu Bidik Misi), beasiswa Dikti dan beasiswa-beasiswa lainnya yang memungkinkan mereka berkuliah dengan gratis. Saya sedikit mendapat perhatian mereka dan menangkap keinginan mereka untuk benar-benar melanjutkan perkuliahan. Namun mungkin, akan terlalu sulit karena saya hanya diberi waktu sekitar kurang lebih 1 jam untuk berhadapan dengan mereka. Saya menyarankan kepada mereka untuk terus mengakses website resmi SNMPTN (www.snmptn.ac.id) , SBMPTN (www.sbmptn.ac.id) dan beberapa website lainnya. Saya pun memberikan Contact Number saya kepada mereka, di balik harapan saya tentang mereka yang bisa memiliki keinginan yang kuat yang melanjutkan kuliah.

IMG_4375

Tekad (Dok. Pribadi)

Setelah waktu kami habis untuk bersosialisasi, saya dan teman-teman pamit pulang lalu melanjutkan sosialisasi di sekolah yang lain. Satu hal yang sangat penting dari apa yang saya tahu hari itu adalah bahwa sudah seharusnya pemerintah memberikan penekanan pada pihak sekolah dan juga orang tua siswa, tentang begitu pentingnya pendidikan di negeri ini. Saya takut, ketika pandangan orang-orang di daerah yang sedikit terpencil di Kabupaten Ciamis, mengenai pendidikan yang tidak terlalu penting dan berpikiran yang penting bisa menghasilkan uang lambat laun akan menutup pemikiran mereka untuk memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.

Mungkin masalah biaya yang dianggap mahal. Saya rasa, pemerintah dan juga pihak sekolah harus benar-benar mensosialisasikan mengenai beasiswa-beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta. Banyak sekali orang tua-orang tua yang belum mengetahui tentang bidik misi, jangankan di tempat pelosok, di sekitar kota pun masih banyak yang belum tahu tentang itu. Memang bagus jika bidik misi disosialisasikan oleh pihak sekolah di sekolah masing-masing, tapi itu tidak cukup. Bagi siswa-siswi yang paham dan mengerti, mereka mungkin bisa langsung melakukan prosedur yang berlaku untuk mengajukan bidik misi, tapi bagaimana dengan siswa-siswi yang tidak begitu paham atau kebingungan mengenai hal ini? Resikonya adalah mereka akan ketinggalan info bahkan mungkin kehilangan kesempatan.

Banyak sebenarnya yang harus dilakukan oleh pemerintah, pihak sekolah dan juga kita sebagai mahasiswa, di mana melihat kenyataan adik-adik kita masih banyak yang kebingungan mengenai perkuliahan. Di Ciamis saja masih ada yang seperti ini, apalagi di pelosok-pelosok negeri lainnya yang kondisi lingkungannya saja tidak begitu mendukung, seperti tidak ada koneksi internet, jangankan koneksi internet, listrikpun mungkin masih harus menggunakan dinamo. Saya hanya berharap, perlahan kita semua bisa memperbaiki permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia. Karena menurut orang bijak, berhasil tidaknya sebuah Negara dapat dilihat dari tinggi rendahnya kualitas pendidikan di Negara tersebut.

Maka, saya ajak kepada seluruh adik-adik saya -SMP atau SMA- untuk lebih mendalami pengetahuan kita mengenai pentingnya pendidikan untuk masa depan. Hanya butuh tekad, usaha dan doa, semua mimpi dan cita-cita akan perlahan kita dapatkan. Masalah biaya? Masih ada Tuhan yang mengulurkan pertolongannya dari tangan-tangan orang yang Ia pilih. Beberapa tahun dari sekarang, Indonesia beserta seluruh permasalahan di dalamnya akan bergantung pada pundak kita, karena bagaimanapun masa depan negeri ini ada di tangan kita semua. Salah satu hal yang bisa dilakukan saat ini adalah mempersiapkan diri dengan menuntut ilmu setinggi mungkin, melatih soft skill juga, melatih kesiapan dan mental juga. Memang, di manapun bisa mendapatkan hal seperti itu, tidak perlu di perkuliahan saja, tapi saya yakini system perkuliahan akan membuat kita semakin siap atas kerja yang terstruktur. Maka dari itu, terus semangat buat teman-teman yang sekarang sudah mulai bersiap menghadapi serangkaian Ujian dan SNMPTN. Perlu usaha, perlu tekad, perlu waktu juga, perlu doa, jika sudah berikhtiar dengan maksimal, maka apa yang harus dilakukan lagi selain bertawakal. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, apakah kita tahu batas maksimal itu seberapa? So, we will see, soon🙂

2 thoughts on “We’ll see, soon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s