Tasyakur Nelayan: Media Bersyukur Masyarakat Pesisir Cimari Muara

Saya sebenarnya berharap sebagian besar dari teman-teman yang membaca tulisan ini sudah mengetahui sebelumnya apa yang dimaksud Hajat Laut atau Pesta Laut atau Tasyakur Nelayan. Jikapun tidak, bukan masalah besar karena saya pun baru mengetahui tentang ini semua sejak 2 tahun yang lalu.

Sebagai tim yang bertanggung jawab, saya harus menjalankan salah satu tugas terpenting divisi Litbang (Penelitian Pengembangan) LISES Unpad yaitu mengenai pelaksanaan Dokumentasi Budaya. Berbagai kebudayaan sudah menjadi bidikan kami sejak awal, satu persatu agenda bermunculan dan benar-benar harus difilter mana yang sekiranya layak untuk didokumentasikan dan mana yang masih belum waktunya. Kebetulan, weekend lalu saya dan beberapa anggota tim lainnya memutuskan untuk berangkat ke Kabupaten Garut. Katanya, di salah satu pesisir pantainya akan diselenggarakan Hajat Laut.

Nama tempatnya Pelabuhan Cimari Muara. Tidak banyak yang mengetahui tempat dengan pemukiman warga yang sederhana ini. Tidak banyak yang pernah datang ke tempat yang harus ditempuh selama kurang lebih 9 jam perjalanan jika kamu berasal dari Jatinangor. Tidak banyak yang bersedia datang ke tempat yang ketika siang bolong sepi sekali, dan ketika malam tiba gelap gulita yang terasa. Listrik ada, tapi distribusinya tidak merata. Hal yang paling penting, tidak banyak yang ingin datang dan berkunjung ke tempat yang jalanannya tidak layak untuk ditempuh. Bahkan saya pikir itu tidak layak disebut jalan, lubang disana-sini, pasir, bebatuan, tanah, dan bukan aspal.

Angkutan umum yang berlalu lalang tidak sebanyak yang sering kita temukan di Jatinangor atau daerah tempat tinggal teman-teman semuanya. Hanya ada Elf, dan itupun sekitar 2 jam sekali baru muncul dari penghujung jalan. Sisanya ojeg, yang tentu saja tidak ingin dibayar murah ongkosnya.

Di tengah segala keterbatasan itu, di balik segala kesederhanaan tersebut, terdapat sekumpulan masyarakat pesisir pelabuhan Cimari Muara yang hidup dengan kebahagiaan dan kesejahteraan. Saya tidak bermaksud menyamakan arti sejahtera di tempat itu dengan sejahtera di tempat kita tinggal. Yang pasti masyarakat di sana selalu bahagia dan bersyukur atas segala rezeki yang mungkin mereka peroleh dalam jumlah yang tidak menentu. Bersyukur?

Banyak cara untuk bersyukur. Berdoa, itu yang paling utama. Di luar berdoa, hidup bahagia juga salah satu bentuk bersyukur. Ada yang unik dari cara bersyukur masyarakat Cimari Muara ini, yaitu melalui Tasyakur Nelayan. Jika teman-teman pernah mendengar tentang ritual upacara adat hajat laut yang terdiri dari penyembelihan kambing, melarung japana, melarung sesajen persembahan ke laut, dan sebagainya yang merupakan ritual kuno sering dilakukan oleh nenek moyang kita, maka di sini, di pelabuhan Cimari Muara masih dilaksanakan berbagai ritual tersebut sebagai salah satu rangkaian penyampaian rasa syukur mereka.

Masyarakat setempat sudah meyakini mengenai kebenaran agama yang tidak memperbolehkan mempercayai sesuatu selain Allah SWT. Namun keteguhan akan penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang menjadikan mereka tetap menjalankan berbagai ritual tanpa harus memaknai lebih dalam, yang pasti niatnya harus sudah lurus, hanya menjalankan apa yang biasa dijalankan, bersyukur hanya kepada Allah SWT, bukan yang lain.

Sejak puluhan tahun yang lalu, Tasyakur Nelayan ini dijadikan sebagai media bersyukur masyarakat pesisir Cimari Muara. Tanpa harus bersitegang satu sama lain karena memperdebatkan kemusyrikan dan sebagainya, seluruh komponen masyarakat bekerja sama dalam menjaga warisan leluhur mereka yang dijadikan sebagai salah satu media bersyukur atas rezeki nelayan yang berlimpah.

Sejak puluhan tahun yang lalu juga, mereka tetap berusaha menjaga kelestarian dan eksistensi budaya warisan leluhur ini.

Walaupun, kesederhanaan menjadi teman hidup mereka.

Walaupun, keterbatasan menjadi pilu bagi hari-hari mereka.

Mereka tetap bersyukur.

Semoga juga kita.

Dokumentasi Lises Unpad

 

IMG_0233

Dokumentasi Lises Unpad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s