Engkau dan nistamu…

Demi segala hal yang berujung kenistaan, aku berani bertaruh bahwa engkau tak pernah sekalipun menengok ke dalam lubuk hati terdalam.

Jiwa yang rapuh, tak akan selalu tampak pada raga yang kekar.

Bahkan, kaki yang berpijak kuat di atas tanah tak bertuan pun tak pernah sekalipun mengeluh atas air yang membasahi sepatu boot yang telah dipakai.

lalu apa lagi, yang harus kita bicarakan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s