Analogi Ketentuan

Andai bumi tak pernah tercipta, mungkin rasa pun tak akan pernah ada. Bahkan dalam setiap persimpangan hidup, tak ada satu hal pun yang luput dari bahan renungan. Terkadang muncul dalam benak, mengapa laki-laki muslim harus beribadah lebih di hari Jumat? Apa istimewanya? Cukup yakin, ada hal besar dibalik ketentuan Tuhan tentang itu. Tentu saja, kaum adam diciptakan untuk menjadi khalifah. Hawa pun demikian. Namun derajat adam tak akan bisa setara dengan hawa. Hawa ditinggikan oleh adam. Kodratnya. Tapi, dibalik itu, adam lah yang sebenarnya ditinggikan oleh hawa. Lalu, siapa yang lebih tinggi? Bukan. Bukan itu fokusnya. Adam dan hawa, tak akan pernah terpisah. Dalam setiap hela nafas, hidup tak akan sempurna jika adam tak bertemu hawa. Hidup tak akan terasa indah, jika adam tak bertatap dengan hawa. Bukan pada fisik, melainkan bertemu melalui hati.

Hati, dalam setiap manusia, adam ataupun hawa, menjadi barang yang tak mudah disentuh. Seharusnya. Lalu, bagaimana jika selama ini adam dan hawa bermain-main dengan hati? Bukan salah takdir Tuhan, tapi kodratnya manusia bertempur dengan nafsu. Tentang itu, serahkan pada masing-masing jiwa. Setangguh apa menjaga hati tetap utuh. Sehebat apa melindungi hati agar tak terbelenggu. Dari indahnya duniawi yang fana. Dari kejamnya api neraka yang menggelora. Jelaslah sudah Tuhan pada hukumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s