Mutlak

Bagaimana bisa seorang ibu meninggalkan anaknya dalam keterpurukan? Bahkan melihat anaknya terjatuh di atas bebatuan pun tak akan rela ia acuhkan. Bukan suatu paksaan jika seorang anak mengagungkan ibundanya. Jelas bukan paksaan. Sebab itu sudah keharusan. Ibu akan selalu menjadi mentari dalam setiap kegelapan. Sekalipun tak ada secercah cahaya didalamnya. Ibu akan tetap menjadi penerang, bahkan hingga liang lahat yang gelapnya tak ada dua.

Lalu bagaimana mungkin seorang anak hidup tanpa belai kasih ibu? Bahkan hingga jasadnya sudah tak ada, ibu masih mampu menguatkan. Percayalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s