Menjadi Bagian dari Dunia

LandscapePada dasarnya, manusia adalah makhluk yang dinamis. Melakukan berbagai perjalanan, melewati beribu-ribu petualangan, melakukan perubahan dan terus berkembang. Hanya saja, barang jelas masing-masing manusia akan memiliki jalan yang berbeda. Semua tergantung keputusan dalam menentukan, yang juga akan tergantung pada kemampuan diri masing-masing. Maka poin pertama yang benar-benar harus disyukuri secara mendalam adalah bahwa betapa luar biasanya Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan kemampuan mengambil keputusan untuk setiap momen kehidupan yang dijalankannya. Semua tertata dan teratur. Dan seharusnya membuat kita semakin bersyukur.

Memiliki kehidupan telah secara langsung memaksa kita menjadi bagian dari dunia. Mempelajari berbagai hal tentang kehidupan, melalui jalan yang formal seperti pendidikan keilmuan dan segala hal berbau teknologi, atau melalui jalan yang sangat lepas seperti mempelajari bahasa tersirat dari alam. Secara formal, kita bisa mendapatkan berbagai pengetahuan keilmuan yang baku. Kita bisa mengenal alam dengan sudut pandang yang teoritis. Mendeskripsikan dalam kata-kata, lalu dipahami, dan disimpan dalam pikiran. Semua orang mampu melakukan hal itu. Namun tidak banyak yang mampu belajar dari bahasa tanpa kalimat yang tersirat dari alam. Secara sederhana, hanya orang-orang bijak yang mampu benar-benar memaknai bahasa alam.

Termasukkah kita ke dalam golongan yang bijak? Tergantung dari apa yang kita maknai selama ini. Bahasa-bahasa yang tersirat dari alam tidak akan berbentuk kata-kata yang biasa kita pahami dalam berkomunikasi. Bahasa yang dimaksud adalah setiap pertanda yang muncul dari masing-masing peristiwa yang terjadi. Di pagi hari, menjelang siang, masuk ke petang, dan tiba larut malam, alam akan terus selalu memberikan pertanda kepada manusia tentang kehidupan. Selalu sederhana, seperti angin yang bertiup kencang menandakan udara yang semakin dingin, awan yang menggelap bertanda tak akan lama lagi air hujan akan turun, bahkan semut yang berkelompok bergegas pergi “bermigrasi” menandakan hujan deras akan segera tiba. Pesan-pesan yang tersirat sangat sederhana, hal-hal yang terjadi pun sangat sederhana. Namun, ingat lagi bahwa yang sederhana selalu sulit untuk didefinisikan, dan hanya orang-orang bijak yang mampu mengartikan. Bahkan mungkin kita senantiasa melewatkannya tanpa penyesalan apapun.

Seharusnya, kita yakin bahwa Tuhan selalu memberikan jalan kebaikan kepada Hamba-Nya melalui cara yang sangat tepat. Seharusnya kita mulai sadar bahwa melalui alam, Tuhan ingin kita benar-benar belajar banyak hal. Tentang kebahagiaan yang tersirat dari bunga-bunga bermekaran di taman kecil, tentang kesedihan yang terukir di awan-awan mendung setiap hujan deras turun, tentang kedamaian disaat air hujan yang turun membasahi tanah-tanah merah yang kering, dan tentang kesempatan di saat angin bertiup kencang lalu kita bernafas dengan tenang. Tuhan ingin kita mempelajari hal-hal sederhana seperti itu, untuk kemudian dapat disyukuri dan direnungkan betapa ajaibnya kehidupan yang telah Ia ciptakan.

Menjadi bagian dari dunia bukan semata-mata menjadi penghuni alam yang hidup dari sedikit sumber daya alam yang melimpah ruah. Menjadi bagian dari dunia bukan hanya menjalankan kehidupan mengikuti takdir yang bahkan seringkali kita artikan sebagai keputusan Tuhan. Menjadi bagian dari dunia harus serta merta turun tangan dalam memutuskan apa dan seperti apa yang akan terjadi pada kehidupan selanjutnya. Menjadi bagian dari dunia harus dijadikan kesempatan untuk kita mempelajari alam secara tersirat. Karena menjadi bagian dari dunia adalah satu-satunya cara pembuka jalan menuju kehidupan selanjutnya, yang lebih damai, yang lebih tenang. Surganya Tuhan.

Jatinangor, 8 Desember 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s