Asa

HayuAku banyak berharap pada kapal yang akan memulai pelayaran ini. Melewati perjalanan dengan ombak yang menerjang begitu keras, menghadapi batu karang yang kadang tak nampak dari kejauhan, melindungi seisi kapal dari dinginnya angin laut yang menerpa.

Aku bahkan banyak berharap pada kapal yang sudah mulai menua ini. Membuktikan, bahwa tidak selamanya kapal tua hanya mampu berlayar beberapa mil dari daratan. Merasakan, adrenalin terombang-ambing oleh air samudera yang tak nampak bibir wadahnya.

Aku berharap, karena ternyata kursi nahkoda disediakan untukku duduk di atasnya. Bahkan, sebenarnya semua tergantung pada keinginan kedua tanganku, membelokkan, meluruskan, diam berhenti, atau tetap melanjutkan. Tapi, nyatanya, akan rumit jika kulakukan tanpa penunjuk arah.

Beban nahkoda bukan hanya sebatas menyelamatkan kapal sampai pelabuhan tertuju, melainkan memastikan awak kapal dan seisi kapal tetap tangguh dan kuat sampai akhir perjalanan.

true leaders don’t create followers, they create more leaders.
InshaAllah, aku, kamu, dan kita harus siap untuk ditempa menjadi pemimpin-pemimpin muda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s