Bangga menjadi Perempuan

Untitled-1

Manusia terlahir hanya dengan dua kemungkinan yang pasti: laki-laki atau perempuan. Ia yang terlahir sebagai laki-laki tentu akan diarahkan untuk menjadi seorang yang bijaksana dalam setiap pengambilan keputusan, berkaitan dengan kewajiban akan kepemimpinannya. Ia yang terlahir sebagai perempuan akan dituntut tumbuh berkembang dengan kelembutan dan ketegasan dalam setiap langkah yang diambil dalam hidupnya. Jelas, keduanya akan saling melengkapi. Adam dan Hawa, laki-laki dan perempuan. Begitu hakikatnya.

Perempuan. Makhluk lembut yang selalu dilembutkan. Makhluk lemah yang terkadang tenggelam dalam persepsi kelemahan. Makhluk yang setiap penciptaannya selalu diiringi dengan kecintaan. Makhluk, yang katanya, terindah yang pernah diciptakan Tuhan. Indah dalam prespektif yang beragam. Menurut beberapa manusia lain, bahkan perempuan dikatakan sebagai penyejuk dikala api yang panas membara di penjuru dunia.

Menjadi perempuan sudah bukan lagi suatu pilihan ketika memang terlahir demikian. Tapi, tidak semua perempuan menyadari akan segala keistimewaan yang terlahir bersamanya. Cantik fisik, barangkali menjadi satu-satunya hal yang selalu diutamakan. Ketika terlahir dengan fisik yang cantik sesuai dengan standar manusia-manusia di muka bumi, maka tidak sedikit yang merasa bangga dan bahagia tentang hal itu. Namun, tidak sedikit juga yang lupa bersyukur atas penciptaannya. Lain halnya, dengan perempuan yang terlahir dengan fisik, yang menurut pandangan manusia, adalah biasa-biasa saja, tidak menarik, dan menurutnya tidak cantik. Banyak yang pada akhirnya merasa terpuruk atau bahkan hingga menghujat Tuhan atas ketetapan-Nya. Padahal, menurutku semua perempuan di muka bumi ini terlahir dengan kecantikan yang luar biasa. Semua. Tanpa terkecuali. Hanya saja, masing-masing individu akan memiliki kecantikan yang berbeda. Karena pada dasarnya istilah cantik dan tidak, muncul karena adanya sifat manusia yang selalu ingin “menilai” sesuatu dan membandingkannya

Cantik fisik ternyata bukanlah segalanya, mengingat bahwa perempuan adalah tumpuan dalam kehidupan manusia. Menjadi perempuan tidak hanya dituntut untuk menjalankan hidup demi kepentingan sendiri. Jelas, dari rahimnya akan lahir generasi-generasi selanjutnya. Menjadi seorang ibu, sudah jelas adalah kodrat perempuan. Tentang itu, aku sangat percaya dengan pemikiran bahwa gen seorang anak jauh lebih besar diturunkan dari ibunya, sifat dan karakternya pun akan demikian. Tentu, sebagian lagi jelas dari ayahnya. Itu artinya, generasi yang baik akan terlahir dari rahim seorang ibu yang baik pula. Mengingat hal itu, sudahlah pasti perempuan akan menjadi cahaya harapan di saat manusia masih ada di muka bumi ini. Maka, tugas perempuan tentu bertambah berat. Jika aku diizinkan untuk merumuskan, mungkin akan seperti ini.

“Bagi perempuan, mencari kebaikan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk anak-anak yang kelak akan ia lahirkan ke dunia ini. Mencari kebenaran bukan untuk dikonsumsi diri sendiri, melainkan dicerna dan dididiklah ia anak-anak yang akan lahir ke muka bumi ini. Melakukan hal-hal yang bermanfaat bukan hanya akan bermanfaat bagi jiwa raganya saja, melainkan juga akan memberikan manfaat bagi generasi yang akan ia lahirkan.”

Maka dari itu, berbagai ketetapan Tuhan yang begitu mencintai perempuan tidak lain telah menjelaskan bahwa menjaga hati, fisik, pikiran, dan tingkah laku yang sesuai dengan ajaran Tuhan adalah suatu kewajiban perempuan di muka bumi ini. Yang selalu menjadi pertanyaan adalah bagaimana menjadi perempuan yang dapat dibanggakan?

Memandang dari perspektif sederhana yang berasal dari pemikiran sederhana pula, menurutku hanya ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh kita sebagai seorang perempuan demi kebaikan semuanya. Satu hal kecil, namun akan menjadi akar dari setiap rencana kebaikan. Satu hal sederhana yang akan menjadi awal mula terciptanya perempuan yang cantik hakiki. Satu hal yang sangat indah, yang akan menciptakan perempuan yang layak melahirkan generasi-generasi selanjutnya.

Tutup aurat.

Kewajiban pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga setiap jengkal fisik yang telah diberi oleh Tuhan dari segala hal yang bukan seharusnya. Aurat, menjadi satu-satunya hal yang sangat patut dicintai oleh Allah dan perempuan itu sendiri. Inilah mengapa Allah, dalam berbagai ayatnya, menganjurkan kita untuk melindungi aurat yang tercipta sepanjang ujung rambut hingga ujung kaki dari segala sesuatu yang bukan mahramnya. Begitu dicintainya perempuan oleh Allah, hingga seluruh fisiknya sangat harus dijaga dari ketidakbaikan di muka bumi ini. Allah hanya mengizinkan untuk memperlihatkan wajah dan telapak tangan saja, dan itu jelas ada tujuannya.

Lalu, ketika kita tahu Allah sangat mencintai setiap yang ia ciptakan dalam tubuh kita, mengapa kita tidak patut pula untuk mencintainya? Jika benar cinta, jelas akan mengikuti aturannya. Jika benar cinta, jelas setiap helai kain akan menutupi auratnya. Jika benar cinta, jelas tidak ada pertimbangan lain demi memilih “mengikuti atau nanti saja”. Allah jelas cinta kepada perempuan, maka ia anjurkan setiap kewajiban itu. Dalam kenyataannya, banyak dari kaum perempuan, mungkin salah satunya adalah kita, yang masih sering terbelenggu dalam perspektif cinta fisik yang lain, yang sebenarnya bahkan jauh dari kebenaran. Innalillahi.

Jika masih demikian, mari sering-sering mengingat kepada hal-hal yang ditumpukan di atas pundak seorang perempuan. Yang dari rahimnya akan terlahir generasi-generasi selanjutnya. Maka setiap nasib muka bumi di waktu yang akan mendatang, jelas perempuan memiliki porsi yang lebih besar dalam menentukannya. Dari semua ini, aku mendapatkan pemikiran bahwa menjadi inspirator kebaikan sebenarnya adalah kewajiban setiap manusia di muka bumi ini: laki-laki dan perempuan. Terlebih ia laki-laki yang hakikatnya adalah khalifah bagi sesama manusia. Juga perempuan, yang dari rahimnya akan lahir generasi-generasi selanjutnya.

Semoga kita, akan benar-benar patut menjadi perempuan yang dibanggakan dan membanggakan.

One thought on “Bangga menjadi Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s