Perempuan dalam Hakikat

IMG-20150125-00129Seyogianya perempuan adalah makhluk Allah yang “dibebani” tugas menjaga segala hal yang telah diberikan sejak ia lahir, sepanjang kehidupan, hingga kemudian kembali ke liang lahat. Menjaga kehormatan diri, kehormatan keluarga, kesucian hati, kesucian pikiran, menjadi panutan bagi keluarga, lingkungan dan setiap orang yang berada di sekitarnya. Bahkan, mengingat pepatah lama yang menyebutkan bahwa di balik kesuksesan seorang laki-laki, adalah perempuan hebat yang selalu mendampingi. Betapa tingginya derajat perempuan dalam tahta kerajaan kehidupan. Wallahuallam.

Kehormatan seorang perempuan tidak akan terjaga jika bukan dirinya sendiri yang menjaga. Bahkan sebenarnya ini bukan hanya berlaku bagi perempuan semata, demikian juga untuk mereka yang laki-laki. Adalah attitude yang baik, menjadi kunci bagi keberhasilan seorang manusia dalam menjaga setiap bentuk kehormatan. Attitude jelas akan berperan sebagai pondasi diri. Bagi kita yang seorang perempuan, bentuk attitude yang baik hanya akan muncul dan terpancar jika benar-benar tersirat niat yang tulus dari dalam lubuk hati. Niat tak selalu harus terucap dari lisan, cukup terpatri dengan kuat dalam ruang hati terdalam. Niat yang kemudian akan dengan sendirinya terkonversi menjadi energi positif. Energi inilah yang diharapkan akan terus terpancar dari setiap pola dan tingkah yang dilakukan setiap harinya.

Betapa percayanya aku bahwa masing-masing perempuan akan memiliki energi positif yang sama. Tentang seberapa besar pengaruhnya, akan tergantung pada keputusan masing-masing diri. Keputusan dalam memilih apakah akan terus dijaga dan dipancarkan, atau memilih untuk dikubur dalam-dalam sebatas konsumsi pribadi semata. Bagiku, pilihan pertama-lah yang seharusnya dipilih oleh kita untuk kebaikan dalam hidup yang panjang. Memilih untuk memancarkan energi positif bagi lingkungan sekitar akan secara langsung menjadikan kita selalu positif setiap saat. Namun, seringkali kita terbelenggu dalam pertanyaan “bagaimana” cara melakukannya, bukan pada makna yang sebenarnya akan kita dapatkan jika berhasil melakukan itu.

Satu cara membuat energi positif terpancar selalu dalam diri adalah dengan membuka diri seluas-luasnya pada lingkungan alam sekitar. Membuka wawasan, hati, perasaan, pikiran, dan lingkungan seluas-luasnya. Bukan berarti tak ada batas dalam diri. Terbuka pada lingkungan harus dilakukan dengan cara yang tepat, dengan syarat telah membatasi diri dengan benteng yang kokoh. Membentengi diri dengan aturan agama, membentengi diri dengan nilai dan norma. Intinya, jalankan aturan diri yang pakem, untuk selanjutnya mampu menghadapi dunia luar yang jauh lebih luas. Sebagian besar menganggap aturan-aturan seperti itu hanya akan mengurasi kebebasan dalam mengeksplorasi diri di dunia yang luas. Padahal menurutku, bahkan akan sebaliknya.

Perkokoh pondasi diri, kemudian melanglang buana ke alam luas.

Karena segala aturan alam, hakikatnya ada hanya untuk kebaikan. Percayalah.

Dan sesungguhnya, setiap yang mengikuti aturan dengan terlebih dahulu memahami maknanya, barang jelas akan mampu membangun pondasi diri yang kokoh, kemudian memancarkan energi positif yang diinginkan. Terutama, bagi kita yang perempuan.

One thought on “Perempuan dalam Hakikat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s