Kejelasan

Mengapa kita selalu fokus pada sisi negatif dari satu hal dibanding dengan kebaikan dari hal tersebut? Mengapa kita tidak bisa menerima sesuatu terjadi jika itu tidak sesuai dengan yang diharapkan? Mengapa selalu kita meratapi kegagalan, dibanding dengan kembali merintis dan memulai usaha yang lebih baik?

Manusia punya akal, punya pikiran, punya hati, dan punya perasaan.

Jika yang dikatakan hidup adalah tentang hari ini, mengapa tidak kita coba selesaikan sebaik mungkin apa yang harus dilewati hari ini.

Jika yang dikatakan hidup adalah tentang masa depan, sudah sewajarnya kita persiapkan sematang mungkin apa yang diinginkan kelak.

Rasanya, hidup tidak pernah dikatakan sebagai masa lalu. Maka barang jelas, yang sudah lewat biarkan ia pergi. Yang sudah lalu, biarkan terus terbang berlalu.

Mengapa harus disesalkan setiap kita tidak cukup baik menjalankan sesuatu?

Mengapa harus diteriaki, dicaci maki, dan ditangisi, hal-hal yang sesungguhnya kita sendiri yang membiarkan itu terjadi begitu saja?

Sudahlah, manusia pada dasarnya adalah makhluk yang selalu mampu belajar.

Lihat baiknya, lalu buang jauh-jauh yang buruknya.

Gagal di belakang, tidak selalu menentukan apa yang akan terjadi di depan.

Hanya manusia yang bodoh yang hanya melihat keburukan dari sesuatu yang terjadi.

Seharusnya kita tidak bodoh. Yakin, toh kita cerdas.

Wallahualam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s